Beranda » Buku » Manhaj Salaf
Terpopuler

Manhaj Salaf

Kode: BK012YBM Stok: Tersedia 2000 pcs
Berat 220 gram
Kondisi Baru
Kategori Buku
Dilihat 217 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Rp 40.000
Pemesanan yang lebih cepat! Fast Order
Manhaj Salaf
Rp 40.000
Tersedia / BK012YBM
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Produk Manhaj Salaf

Buku ini secara khusus akan menuntun Anda ke jalan yang benar, yaitu Islam yang pertama sebelum munculnya berbagai macam penyimpangan, perpecahan dan kejumudan.

Al-Imam Abu Syamah AL-Syafi’I (665 H)  berkata:

“Sesungguhnya pada zaman akhir-akhir ini penduduk dunia telah dikuasai oleh kemalasan, kebosanan, dan cinta dunia. Orang yang paling berminat dari mereka terhadap ilmu-ilmu al-Qur`an merasa puas dengan menghafal surat-suratnya dan menuqil sebagian qiraat-qiraatnya … Dalam ilmu hadits merasa cukup dengan mendengarkan sebagian kitab dari para masyayikh yang kebanyakan mereka lebih bodoh dari dirinya dalam ilmu riwayat apalagi ilmu dirayat. Di antara mereka ada orang yang puas hanya dengan sampah-sampah pemikiran dan dengan mengutip pendapat orang-orang yang semadzhab dengannya.

Hal ini terus berlangsung hingga madzhab-madzhab yang dikodifikasikan menjadi mapan dan stabil.  Kemudian … mereka bertaklid. Kemudian para mujtahid tiada,. Maka banyaklah fanatisme madzhab bahkan ada yang kufur kepada Rasul i.

Kemudian masalahnya semakin rumit hingga banyak dari mereka tidak lagi memandang perlunya sibuk dengan ilmu al-Quran dan Hadits, dan memandang bahwa apa yang ada pada dirinya itulah yang harus dilestarikan.

Kemudian muncullah kaum yang lain yang aqidah mereka adalah berupa kesibukan dengan al-Quran dan as-Sunnah akan tetapi mereka berpandangan bahwa yang paling baik darinya adalah membatasi diri pada “nukat khilafiyyah” yang  mereka buat, dan bentuk bentuk manthiq yang mereka karang.

Oleh karena itu Umar Ibn Al-Khaththab ra berkata:  “Kembalikan kebodohan-kebodohan itu kepada sunnah.”  Ini adalah metode  para ulama besar, para imam agama ini, dan metode imam kita, Abu Abdillah asy-Syafi’i.

Bahkan seharusnya santri itu selalu mencari tambahan ilmu yang belum diketahui dari siapapun, sebab hikmah itu adalah barang milik orang mukmin yang hilang, dimana saja ia mendapatkannya maka dia mengambilnya. Dia wajib inshaf (obyektif), meninggalkan taklid buta, dan wajib ikut dalil, sebab setiap orang bisa salah bisa benar, kecuali orang yang disaksikan oleh Syariat ini sebagai orang ma’shum, yaitu Nabi i. ﷺ”

Tags: ,

Ditambahkan pada: 4 November 2019
Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Chat via Whatsapp
Abu Nasywah
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Abu Nasywah
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja